Ibu | Dukun | Sakit | Alternatif ~ Apalah. . .

Sudah tiga kali ini (tepatnya, baru dua kali dan sore ini akan berangkat lagi) Ibu dan aku akan mengunjungi sebuah tempat pengobatan alternatif.

Sedikit cerita tentang tempat ini dan pemiliknya. Kami mengenal orang ini, karena tetangga Ibu mengalami sakit yang hampir sama dengan Ibu. Dan menurut info tetangga kami tersebut, dia sekarang sudah lumayan daripada dulu. Jadilah, Ibu membulatkan tekad untuk mengikuti saran tetangga kami tersebut, semoga cocok kataku.
Pertama kali datang ke tempat tersebut, sungguh miris. Saya kira si empunya adalah seorang kyai atau ulama gitu, mengingat tetangga saya memanggilnya “Abah”.

Di tempat praktek si “Abah” ini, Anda bisa melihat kumpulan tombak yang ditata berdiri di dudukan tombak, kemudian desilipi beberapa keris di situ. Digantung juga batang bambu yang bentuknya unik, menyerupai ular, jadi diameter bambunya makin kebawah makin kecil, selain itu, bagian atasnya membentuk seperti kepala ular yang sedang menganga dan juga tampak matanya. Di sudut lain, ada sebuah meja kerja dengan buku yang cukup berantakan, tidak ditumpuk dengan benar. Sementara di dinding dekat meja, ada sebuah tengkorak kepala sapi. Di sampingnya ada tongkat dari ranting pohon yang lagi-lagi unik, kali ini berbentuk seperti naga, dengan ujungnya seperti naga yang menganga beserta tanduk dan juga kumisnya. Di ujung atas pintu masuk ke tempat terapi, anda bisa melihat tiga buah wayang yang dibingkai, yang satu kalau tidak salah, namanya “Gunungan”, yang satu saya tidak tahu, dan yang satu terlepas, hanya tinggal bingkainya saja. Disampingnya, ada sebuah lukisan yang cukup besar, kira-kira 1×0.5 m ~ gambarnya memperlihatkan seorang peremepuan dengan baju putih dan memainkan sebuah seruling, dan dibelakang gadis tersebut tampak beberapa ekor kuda berlarian. Itu seputar hiasannya. Sedangkan lantainya sendiri dilapisi karpet berwarna hijau, dan di pinggiran / di sudut-sudut ruangannya, penuh dengan kotoran. Dan terdapat banyak sekali kotoran di atap. Saya melihatnya sepintas seperti rumah tanpa penghuni.

Phewww, langsung saja, saya tidak sungkan. Karena dalam batin saya, berarti orang ini “teman”-nya “aneh-aneh”. Tapi, entahlah, untungnya Ibu tidak disuruh macem-macem, maksudnya tidak disuruh bawa jimat, atau mandi kembang dan sebagainya. Saya bukannya tidak percaya, tapi selagi tidak bertentangan dengan agama saya, it’s okay. Sepulangnya dari situ, ibu diberi arahan untuk membeli Obat dengan merk yang dia sarankan (oke, ini lumayanlah, tidak terlalu menyimpang), kemudian Ibu juga diberi se-plastik kecil jamu (oke, ini juga tidak masalah), dan ibu juga diberi kulit pohon untuk direbus dan diminum airnya (ini saya kira hanya jamu dari alam, semoga).

Itu penamilan tempat praktek. Sedangkan untuk Sang “abah” sendiri, saya tidak seberapa jelas. Yang saya tahu, dia seorang Lurah di daerah tersebut. Penampilannya sendiri saya kurang jelas. Tapi, dia mempunya rambut panjang se-pundak. Dia juga masih muda, sepertinya masih 30 hampir 40, tidak tahu lagi kalau Dia punya baby face.

Dan setelah dari tempat tersebut, Ibu sudah lumayan keadannya, walaupun kadang-kadang masih merasa sakit, tapi tidak se-sakit sebelum-sebelumnya.

Saya sih, harapannya apapun bentuk pengobatannya, semoga cocok dan Ibu segera sembuh, That’s it.

Point : Saya pernah dimarahi bapak, karena tidak percaya dengan segala macam bentuk alternatif, bahkan macam Pak Kyai yang memberi saya do’a-do’a dalam bagian Al Qur’an. Saya bukan tidak percaya, hanya saja, saya tidak terlalu yakin sekali. Saya percaya, kekuatan di luar logis itu ada, hanya saja, saya tidak mau terlalu “heboh” menanggapi hal tersebut. Cukup tahu saja dan menghormati. Bagaimana dengan kalian???

-Bubba

Image Source :
Kartunmania.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s